Nama Peserta Didik : TRI PUTRI MARDINATI
NIS :
4241
Nama Pembimbing : Dra. Leli Sumarni, M. Pd.
Judul Penelitian : Pengaruh Komposisi
Kimia Limbah Air Detergen Terhadap
Kehidupan Ikan Mas
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ikan Mas adalah ikan hias aquarium
yang paling populer dikalangan masyarakat. Ikan mas memiliki badan berbentuk
memanjang dan sedikit pipih ke samping dan mulutnya terletak diujung tengah dan
dapat disembulkan. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik
kecuali pada beberapa varietas yang hanya memiliki sedikit sisik. Sisik ikan
mas berukuran besar dan digolongkan kedalam sisik tipe sikloid (lingkaran).
Ikan mas dikenal sebagai komoditi dengan nilai ekonomi yang tinggi. Perkembangan
ikan mas di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat. Dari sekian
banyak jenis ikan hias, tidak semuanya dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan
ikan mas harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan
kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya pada tempat hidupnya.
Air adalah unsur
yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup seperti kehidupan
akuantik. Apabila
sumber air tempat kehidupan akuatik
tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan
akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang kecil/lemah seperti plankton
banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil
pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula
ikan-ikan yang lebih besar (ikan mas) pemakan
ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.
Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia
menyebabkan polusi air. Yang penyebab utamanya adalah pencemaran air limbah
rumah tangga yang berupa zat kimia dari diterjen yang digunakan sehari-hari,
serta zat-zat kimia yang dihasilkan dari kegiatan manusia lainnya. Hal ini
tentu memberi dampak negatif terhadap lingkungan, bahkan pencemaran air dapat
membunuh benih benih ikan seperti ikan mas, dan ikan ikan disekitarnya.
Untuk itu, di sini akan
dijelaskan mengenai pengaruh limbah air detergen terhadap kelangsungan
hidup ikan mas dan ketahanan hidup ikan yang
berada pada perairan yang tercemar oleh limbah detergen.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian
dalam latar belakang, dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana
pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan Mas?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian
ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan ikan mas.
1.4
Manfaat
Berdasarkan
tujuan penelitian,penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat
Bagi
penulis dan pembaca. Adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai berikut.
1. Untuk
Penulis
Penulis dapat menambah wawasan dan
pengetahuan dari penelitian ini, mengenai observasi pengaruh diterjen terhadap
kehidupan ikan mas.
2. Untuk
Pembaca
Pembaca bisa mendapatkan
pengetahuan dan informasi baru mengenai pengaruh diterjen terhadap kehidupan
ikan mas.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 Limbah
Limbah adalah kotoran yang
dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah
mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung akan dapat membahayakan
lingkungan, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia atau makhluk hidup
lainnya. Limbah menurut zatnya :
1.
Limbah organik
Limbah organik adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Limbah
organik mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-daunan kering,
potongan-potongan kayu, buah yang membusuk dan sebagainya. Limbah organik
terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah
tangga maupun kegiatan industri.
Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui
proses yang alami. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat
tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan
selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.
Limbah organik dapat mengalami pelapukandan terurai
menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).
Kompos
merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti
daun-daunan, jerami,
alang-alang,
sampah, rumput,
buah-buahan yang membusuk dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya
dipercepat oleh bantuan manusia.
Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar
buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif
seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah
ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi
secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Limbah
organik terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Limbah
organik basah :
Limbah yang
mempunyai kandungan air cukup tinggi. Contohnya: kulit buah dan kulit sayuran
atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan
adalah: kulit jagung, kulit bawang, kulit buah atau biji-bijian, jerami dan
sebagainya, Pengolahan limbah organik basah dapat dilakukan dengan cara
pengeringan menggunakan sinar matahari langsung hingga kadar air dalam bahan
limbah organik habis. Bahan yang sudah kering merupakan bahan baku yang
nantinya dapat dibuat berbagai macam produk kerajinan. Proses bahan baku
menjadi bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, apakah akan dicelup
warna atau diberi pengawet agar kuat dan tahan lama, semua dipengaruhi oleh
tujuan si pembuat.
2. Limbah
organik kering :
Sampah
yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contohnya: kardus, plastik, kertas,
kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan
sebagainya. Hampir semua limbah organik kering dapat diolah kembali sebagai
kerajinan, karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Pengolahan limbah organik
kering tidak perlu banyak persiapan, karena sifatnya yang kering jenis limbah
ini dapat langsung digunakan menjadi hiasan atau souvenir. Namun yang perlu
diantisipasi adalah jika bahan limbah organik kering ini terkena air, maka yang
dapat dilakukan adalah dengan cara pengeringan menggunakan sinar matahari
langsung atau alat pengering lain hingga kadar air dalam limbah organik kembali
seperti kondisi semula.
Bahan limbah organik kering
merupakan bahan baku yang nantinya dapat dibuat berbagai macam produk
kerajinan. Sama halnya dengan bahan organik basah, proses bahan baku menjadi
bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, apakah akan dicelup warna atau diberi pelapis agar
kuat dan tahan lama, dan semuanya juga dipengaruhi oleh tujuan pembuat karya.
