Translate

Wednesday, June 15, 2016

Pengaruh Komposisi Kimia Limbah Air Detergen Terhadap Kehidupan Ikan Mas

Nama Peserta Didik                : TRI PUTRI MARDINATI
NIS                                         : 4241
Nama Pembimbing                  : Dra. Leli Sumarni, M. Pd.
Judul Penelitian                       : Pengaruh Komposisi Kimia Limbah Air Detergen Terhadap Kehidupan Ikan Mas






BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Ikan Mas adalah ikan  hias aquarium yang paling populer dikalangan masyarakat. Ikan mas memiliki badan berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping dan mulutnya terletak diujung tengah dan dapat disembulkan. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik kecuali pada beberapa varietas yang hanya memiliki sedikit sisik. Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan kedalam sisik tipe sikloid (lingkaran). Ikan mas dikenal sebagai komoditi dengan nilai ekonomi yang tinggi. Perkembangan ikan mas di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan mas harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya pada tempat hidupnya.
Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup seperti kehidupan akuantik. Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar (ikan mas) pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.
Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia menyebabkan polusi air. Yang penyebab utamanya adalah pencemaran air limbah rumah tangga yang berupa zat kimia dari diterjen yang digunakan sehari-hari, serta zat-zat kimia yang dihasilkan dari kegiatan manusia lainnya. Hal ini tentu memberi dampak negatif terhadap lingkungan, bahkan pencemaran air dapat membunuh benih benih ikan seperti ikan mas, dan ikan ikan disekitarnya.
Untuk itu, di sini akan dijelaskan mengenai pengaruh limbah air detergen terhadap kelangsungan hidup ikan mas dan ketahanan hidup ikan yang berada pada perairan yang tercemar oleh limbah detergen.


1.2  Rumusan Masalah
Dari uraian dalam latar belakang, dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan Mas?
1.3  Tujuan Penelitian
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kimia limbah air  detergen terhadap kehidupan ikan mas.
      1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan penelitian,penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat
Bagi penulis dan pembaca. Adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai                                berikut.
1.    Untuk Penulis
Penulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan dari penelitian ini, mengenai observasi pengaruh diterjen terhadap kehidupan ikan mas.
2.    Untuk Pembaca
Pembaca bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi baru mengenai pengaruh diterjen terhadap kehidupan ikan mas.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Limbah
            Limbah adalah kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung akan dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia atau makhluk hidup lainnya. Limbah menurut zatnya :
1.         Limbah organik
Limbah organik adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Limbah organik mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-daunan kering, potongan-potongan kayu, buah yang membusuk dan sebagainya. Limbah organik terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri.
Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.
Limbah organik dapat mengalami pelapukandan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, buah-buahan yang membusuk dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.
Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Limbah organik terbagi menjadi dua, yaitu:


1.    Limbah organik basah :
Limbah yang mempunyai kandungan air cukup tinggi. Contohnya: kulit buah dan kulit sayuran atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah: kulit jagung, kulit bawang, kulit buah atau biji-bijian, jerami dan sebagainya, Pengolahan limbah organik basah dapat dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan sinar matahari langsung hingga kadar air dalam bahan limbah organik habis. Bahan yang sudah kering merupakan bahan baku yang nantinya dapat dibuat berbagai macam produk kerajinan. Proses bahan baku menjadi bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, apakah akan dicelup warna atau diberi pengawet agar kuat dan tahan lama, semua dipengaruhi oleh tujuan si pembuat.
2.    Limbah organik kering :
Sampah yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contohnya: kardus, plastik, kertas, kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan sebagainya. Hampir semua limbah organik kering dapat diolah kembali sebagai kerajinan, karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Pengolahan limbah organik kering tidak perlu banyak persiapan, karena sifatnya yang kering jenis limbah ini dapat langsung digunakan menjadi hiasan atau souvenir. Namun yang perlu diantisipasi adalah jika bahan limbah organik kering ini terkena air, maka yang dapat dilakukan adalah dengan cara pengeringan menggunakan sinar matahari langsung atau alat pengering lain hingga kadar air dalam limbah organik kembali seperti kondisi semula.
Bahan limbah organik kering merupakan bahan baku yang nantinya dapat dibuat berbagai macam produk kerajinan. Sama halnya dengan bahan organik basah, proses bahan baku menjadi bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, apakah akan dicelup warna atau diberi pelapis agar kuat dan tahan lama, dan semuanya juga dipengaruhi oleh tujuan pembuat karya.


2.2 Air
Air merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan makhluk hidup lainnya. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumber daya air secara konsisten peradaban makhluk hidup akan punah.
Air merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat dengan kovalen pada satu atom oksigen. Air berbentuk tidak bewarna, tidak berasa serta tidak berbau pada keadaan standar, yakni pada tekanan 100 kpa (1 bar) dan temperatur 273, 15k (0 ͦ c). Zat kimia ini adalah satu pelarut yang mutlak, yang mempunyai kekuatan untuk melarutkan banyak zat kimia yang lain, layaknya garam-garam, gula, asam, lebih dari satu tipe gas serta banyak molekul organik.
Kondisi air yang berupa cair adalah satu kondisi yang tidak umum didalam keadaan normal, ditambah lagi memperhatikan jalinan pada hidrida-hidrida lain yang serupa didalam kolom oksigenpada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air semestinya berupa gas, sebagaimana hidrogen sulfida.
Memperhatikan tabel periodik, tampak bahwa unsur-unsur yang melingkari oksigen merupakan nitrogen, flor, serta fosfor, sulfur serta klor. Seluruh elemen-elemen ini jika berikatan dengan hidrogen dapat membuahkan gas pada temperatur serta tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fase berkeadaan cair, dikarenakan oksigen lebih berbentuk elektronegatif daripada elemen- elemen lain tersebut (kecuali flor).
Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan tambah lebih kuat daripada yang dikerjakan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada ke-2 atom hidrogen, serta jumlah muatan negatif pada atom oksigen.
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa salah satu penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk kebutuhan air minum. Air bersih merupakan air yang harus bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit dan bahan- bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Air merupakan zat kehidupan, di mana tidak ada satu pun makhluk hidup di bumi ini yang tidak membutuhkan air.
Definisi air ini di terapkan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 65-75% dari berat manusia terdiri dari air. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum sebanyak 2,5-3 liter setiap hari termasuk air yang berada dalam makanan. Manusia  bisa hidup 2 sampai 3 minggu tanpa makan, tetapi hanya 2-3 hari tanpa minum.
Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan secara bijaksana, dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Sekarang ini masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun.

2.3    Detergen
Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu
pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.
            Kebanyakan ibu rumah tangga menggunakan detergen dalam mencuci pakaian dibandingkan dengan sabun. Detergen mempunyai keunggulan daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Gliserin yang mengikat kotoran sehingga pakaian menjadi bersih. Jenis-jenis detergen yaitu deterjen cair, detergen krim, dan detergen bubuk.
Bahan-bahan yang terkandung dalam detergen, secara umum sebagi berikut:
1.    Surfaktan
Bahwa bahan utama dari semua sabun adalah surfaktan, begitu juga dengan detergen. Bahan kimia yang digunakan dapat berupa sodium lauryl  sulfonat. sodium lauryl  sulfonate memiliki beberapa nama dagang yaitu nama texapone, emal, luthensol, dan neopelex. Secara  fungsional bahan ini berfungsi dalam meningkatkan tingkat kebersihan. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya gel (pasta).
     Secara garis besar, terdapat empat ketegori surfaktan yaitu :
1.    Anionik
2.    Kationik : garam ammonium
3.    Non ionic           : Nonyl Phenol Polyethoxyle
4.    Amhoterik         : Achyl Ethylenediamines
Fungsi surfaktan anionik adalah sebagai zat pembasah yang akan menyusup ke dalam ikatan antara kotoran dan serat kain. Hal ini akan membuat kotoran menggulung, lama kelaman menjadi besar, kemudian lepas ke dalam air cucian dalam bentuk butiran. Agar butiran ini tidak pecah kembali dan menempel di kain, perlu ditambahkan jenis surfaktan lain yang akan membungkus butiran tersebut dan membuatnya tolak menolak dengan air, sehingga posisinya mengambang. Ini untuk memudahkannya terbuang bersama air cucian.
2.    Pembentukan (builde)
   builder berfungsi meningkatkan efisiensi pencucidari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Berikut beberapa builder:
1.    Fosfat: Sodium Tri Poly Phosphate (STTP)
2.    Asetat: Nitril Tri Acetate (NTA), Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
3.    Silikat: Zeolit
4.    Sitrat: asam Sitrat
3.    Pengisi ( Filter )
Filter adalah bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan
  Meningkatkan daya cuci, tetapi, menambah kuantitas. Bahan pengisi menetralisir kesadahan air atau melunakkan air, mencagah menempelnya kembali kotoran pada bahan yang dicuci dan mencegah terbentuknya gumpalan dalam air cucian.
Detergen tidak bisa diuraikan/dihancurkan oleh mikroorganisme sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Apabila air yang mengandungi detergen dibuang ke dalam air, tercemarlah air dan pertumbuhan Alga yang sangat cepat. Hal ini akan menyebabkan kandungan oksigen dalam air berkurangan dan otomatis ikan, tumbuhan laut, dan kehidupan air lainnya mati. Selain itu limbah Detergen juga menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kualitas kesuburan tanah yang mengakibatkan tanaman serta hidupan tanah termasuk cacing mati. Padahal cacing bisa menguraikan limbah organik, non organik & menyuburkan tanah.    
2.4    Ikan Mas
            Ikan mas (Cyprinus carpio) termasuk jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan mas memiliki badan berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil), memiliki dua pasang sungut serta warna badan yang sangat beragam. Di Indonesia sendiri, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi oleh sisik kecuali pada beberapa bagian tertentu yang hanya memiliki sedikit sisik. Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran).
Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.
Jenis-jenis ikan mas konsumsi:
1.    Ikan Mas Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek. Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
2.    Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000-125.000 dan diameternya 0,3-1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxospora. Kisaran toleransi pH-nya 5,5-8,5.
3.    Ikan Mas Taiwan
Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian di introduksi dan dikembangkan di Indonesia.
4.    Ikan Mas Merah
Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang bewarna merah keemasan. Matanya agak menonjol. Bentuk badannya yang relatif memanjang. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip.
5.    Ikan Mas Majalaya
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1. Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya bewarna hijau keabuan dan bagian tepinya bewarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor bewarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap. Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000-110.000 butir per kilogram induk.
6.    Ikan Mas Yamato
Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.
7.    Ikan Mas Lokal
Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini. Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.
Jenis-jenis ikan mas hias:
1.    Ikan Mas Kumpay
Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.
2.    Ikan Mas Kancra Domas
Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
3.    Ikan Mas Kaca
Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.
4.    Ikan Mas Fancy
Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.
5.    Ikan Mas Koi
Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi dan taishusanshoku nishikigoi.


BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1  Definisi Operasional Istilah
       Definisi operasional istilah dalam penelitian ini adalah:
1.    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1997:747), pengaruh yakni daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang.
2.    Limbah adalah kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Dalam penelitian ini limbah yang akan di pakai adalah limbah air detergen.
3.    Air merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat dengan kovalen pada satu atom oksigen.
4.    Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.
5.    Ikan mas (Cyprinus carpio) termasuk jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan mas memiliki badan berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil). Dalam penelitian ini ikan mas yang akan dipakai adalah ikan hias.
3.2  Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang terlibat dalam penelitian ini ialah variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
3.2.1 Variabel Bebas
Variabel bebas (manipulasi) adalah variabel yang dibuat bervariasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah limbah air detergen.
3.2.2 Variabel Terikat
Variabel terikat (respon) adalah variabel yang timbul akibat variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah ketahanan hidup Ikan Mas.   
3.2.3 Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang dibuat sama dan terkendali agar tidak memengaruhi hasil percobaan (Utami, 2010:2). Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah Ikan Mas, jumlah detergen, volume air, cahaya, suhu air.
3.3 Objek Penelitian
Dalam penelitian kali ini, penulis akan meneliti pengaruh limbah air detergen dengan 3 variasi komposisi kimia terhadap kehidupan Ikan Mas.
3.4  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu melakukan praktek mengenai pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan mas.
3.5  Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu:
1.    Teknik Observasi
Observasi adalah data yang didapat dari teknik metode observasi yaitu dengan cara mendapatkan data dari penelitian secara langsung yang dilakukan dalam pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan Mas.
Adapun alat dan bahan serta prosedur pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut.
3.6  Alat dan Bahan
       Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bahan-bahan sebagai berikut.
1.    Limbah air Detergen A, B, dan C, dengan komposisi kimia yang berbeda. Dapat di lihat komposisi kimia Detergen A, B, C, sebagai berikut.
A.    Komposisi Detergen A: Sodium Alkylbenzene Sulfonate.
B.     Komposisi Detergen B: Surfaktan.
C.     Komposisi Detergen C: Sodium Alkylbenzene Sulfonate.
2.    Air bersih
3.    Ikan Mas
       Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alat-alat sebagai berikut.
1.    4 ember
3.7  Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan penelitian untuk mengetahui pengaruh limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan Mas.
1.      Sediakan 4 buah stoples, stoples nomor 1 berisi 1,5 liter air bersih, stoples nomor 2 berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen A, stoples nomor 3 berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen B, stoples nomor 4 berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen C.
2.      Masukan 1 ekor ikan ke dalam toples yang berisi 1,5 liter air bersih, 1 ekor ikan yang berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen A, 1 ekor ikan yang berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen B, dan 1 ekor ikan berisi 1,5 liter air bersih dan 3 sendok detergen C.
3.      Lihat perkembangan kondisi fisik ikan hingga satu hari.
4.      Buat laporan atas terjadinya perubahan yang terjadi pada fisik ikan.
3.8     Teknik Analisis Data
   Teknik yang akan digunakan oleh penulis pada penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif. Teknik ini memberikan pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan Ikan Mas.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, penulis telah menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan, seperti: ikan mas, air 1,5 liter, detergen, adapun alat dan bahan yang di perlukan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


     
Setelah semua alat dan bahan telah siap, penulis mulai melakukan penelitian dengan cara mengamati ikan mas terhadap limbah air detergen selama 1 hari.
Peneliti mulai menaruh ikan mas ke dalam 4 buah ember A, B, C, D, yang telah diisi air mineral, dan detergen A, B, C dengan komposisi kimia yang berbeda-beda,komposisi detergen A: Sodium Alkylbenzene Sulfonate, Detergen B: Surfaktan, Detergen C: Sodium Alkylbenzene Sulfonate. Adapun hasil dari pengamatan dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini:
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Pengaruh komposisi kimia Limbah Air Detergen Terhadap    Kehidupan Ikan Mas

Dari tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa pada keadaan awal ikan mas yang ditaruh didalam ember Detergen A, B, C, dan air bersih, ikan mas masih hidup, adapun gambarnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.



Setelah 4 jam, ikan mas yang di taruh di dalam ember Detergen B, dan air bersih keadaannya tidak berubah,dikarenakan perbedaan komposisi kimia yang berada di dalam ember Detergen A, B, C, yaitu,masih hidup, namun di dalam ember Detergen A, dan C, ikan mas tersebut sudah mulai kehilangan kesadaran. Adapun gambarnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini



Setelah 1 hari, keadaan di dalam ember Detergen A, B, C, telah mati, dikarenakan komposisi kimia yang terdapat di dalam limbah air detergen, sedangkan di ember berisi air bersih yang masih hidup, adapun gambarnya dapat di lihat di bawah ini.




4.2 Pembahasan
Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang pengaruh komposisi kimia limbah air detergen terhadap kehidupan ikan mas yang dilakukan selama 1 hari, ternyata ikan mas yang masih hidup terdapat di ember berisi air bersih, dibanding dengan ikan mas yang ditaruh di ember berisi limbah detergen A, B, C, di karenakan komposisi kimia yang terdapat di dalam limbah detergen tersebut, yaitu, limbah air detergen A: Sodium Alkylbenzene Sulfonate, limbah air detergen B: Surfaktan, limbah air detergen C: Sodium Alkylbenzene Sulfonate, dalam satu hari ikan mas di dalam ember berisi limbah air detergen A, B, C, telah mati, hal ini dikarenakan komposisi kimia di dalam limbah air detergen berbahaya bagi kehidupan ikan mas.


No comments:

Post a Comment